Sabtu, 23 Juli 2016

Contoh Karya Tulis Ilmiah

     Saya pernah mendapat tugas membuat karya tulis ilmiah praktek US Bahasa Indonesia, yaitu membuat karya tulis ilmiah saat masih duduk di bangku SMP, dan sekarang saya sudah sekolah SMA. saya ingin berbagi kepada kalian semua karya tulis yang saya dan teman-teman buat. semoga bermanfaat :) selamat membaca!!!

                

KARYA ILMIAH
TEKS BIOGRAFI


  Disusun Oleh:
Abi Mahesa Rudin
Alvina Damayanti
Anton Firdaus
Dila Malia
Lilis Damayanti
Riko Febri Yustiko


Guru Pembimbing : Wawan Marwanto, S.pd


SMP NEGERI 3 AIR SUGIHAN
TAHUN PELAJARAN
                                         2015/2016    

 


KATA PENGANTAR

   Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan Rahmat dan Karunia-NYA, kami dapat menyusun dan menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Teks Biografi” dengan baik dan tepat pada waktunya.
    Sebuah biografi adalah sebuah buku yang menceritakan sepak terjang seorang tokoh, terutama tokoh-tokoh yang mempunyai keistimewaan tertentu yang patut diteladani. Berkaitan dengan hal tersebutlah, kami mengangkat judul karya ilmiah teks biografi yang di dalamnya terdapat beberapa pembahasan. Pembahasan dalam karya ilmiah ini meliputi, Pengertian teks biografi, macam-macam teks biografi, tujuan penulisan teks biografi, manfaat membaca teks biografi, sistematika penyusunan teks biografi, dan orang-orang yang layak dijadikan objek penulisan teks biografi.
    Dalam pembuatan karya ilmiah ini, tentunya kami mendapat banyak kesulitan. Akan tetapi, karena adanya bantuan dari beberapa pihak dan informasi dari beberapa media sosial, sehingga kami dapat menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan karya ilmiah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini, terutama:
1.      Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kehendaknya, kami bisa menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik.
2.      Kedua orang tua, yang selalu memberikan semangat dan dorongannya kepada kami.
3.      Bapak Wawan Marwanto, S.pd, selaku guru pembimbing Bahasa Indonesia, yang telah bersedia membimbing kami dalam pembuatan karya ilmiah ini.
4.      Teman-teman semua yang mau bekerja sama dengan baik.
    Walaupun kami telah menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik, seperti kata pepatah “Tiada gading yang tak retak”, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada karya ilmiah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik sebagai motivasi kami kedepan.

                                                                                         Air Sugihan,                 2016

                                                                                          Penulis 





                                    DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................iii                                     
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang...........................................................1
B.     Rumusan Masalah......................................................1
C.     Tujuan Penulisan........................................................1
D.    Manfaat penulisan......................................................2
E.     Metode dan Teknik Penulisan....................................2
F.      Sistematika Penulisan.................................................2
BAB 2 PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teks Biografi............................................3
B.     Macam-Macam Teks Biografi....................................4
C.     Tujuan Penulisan Teks Biografi..................................4
D.    Manfaat Membaca  teks biografi.................................5
E.     Sistematika Penulisan Teks Biografi...........................6
F.      Objek Penulisan Teks Biografi....................................8
          BAB 3 PENUTUP
A.    kesimpulan...................................................................9
B.     Saran............................................................................9
             DAFTAR PUSTAKA...........................................................10





BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
    Di dunia ini, memiliki nama-nama tokoh terkenal dengan segudang prestasi dan pencapaian yang patut diteladani. Di Indonesia sendiri, banyak tokoh-tokoh yang patut diteladani, misalnya para pahlawan, pejabat yang bijaksana, orang orang yang berprestasi, dan lain-lain. Sebut saja pebulutangkis  Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti yang berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia  dengan menyabet medali emas dalam Olimpiade Barcelona pada tahun 1992. Tentu saja kita harus mencontoh semangat dan kerja kerasnya demi mengukir prestasi yang membanggakan segenap bangsa Indonesia.
    Disamping kita harus meneladani sifat-sifat para tokoh, kita juga harus mampu menuliskan sepak terjangnya dalam sebuah biografi. Dalam penulisan sebuah biografi, tentunya memiliki sistematika-sistematika tertentu agar teks biografi yang akan dibuat tersusun dengan baik.

B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian teks biografi?
2.      Apa saja macam-macam teks biografi?
3.      Apa tujuan penulisan teks biografi?
4.      Apa manfaat membaca teks biografi?
5.      Bagaiman sistematika penulisan teks biografi?
6.       Siapa saja yang layak dijadikan objek penulisan teks biografi?

         C. Tujuan penulisan
1.      Memberikan informasi tentang pengertian teks biografi.
2.      Memberikan informasi tentang macam-macam biografi.
3.      Memberikan informasi tentang tujuan penulisan teks biografi.
4.      Memberikan informasi tentang manfaat membaca teks biografi.
5.      Memberikan informasi tentang sistematika penulisan teks biografi.
6.      Memberikan informasi tentang orang-orang yang layak dijadikan objek penulisan teks biografi.


D. Manfaat Penulisan
    Manfaat penulisan karya ilmiah yang berjudul teks biografi, adalah untuk memberikan informasi secara aktual kepada pembaca mengenai sebuah teks biografi, dan bisa dijadikan pedoman tentang bagaiman penulisan teks biografi yang benar. Manfaat lainnya adalah untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya meneladani tokoh-tokoh yang membawa perubahan lebih baik.

E. Metode dan Teknik Penulisan
    Untuk mendapatkan informasi yang diperlukan,tidak cukup bagi kami hanya mengandalkan kemampuan berfikir yang kami miliki. Oleh karena itu kami menggunakan teknik studi pustaka. Pada metode ini kami mengumpulkan informasi melalui membaca beberapa buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah tentang teks biografi. Selain menggunakan metode studi pustaka, kami juga menggunakan teknik studi online, yaitu mencari sumber informasi melalui media online seperti menggunakan jaringan internet.                    
      
       F. Sistematika Penulisan
    Dalam karya ilmiah ini, kami sebisa mungkin menyusunnya dengan sebaik mungkin sehingga memudahkan pembaca memperoleh informasi yang jelas. Dalam karya ilmiah ini terdapat sistematika-sistematika yang terdiri atas:
1.      Cover (halaman sampul)
2.      Kata pengantar
3.      Daftar isi
4.      Bab pendahuluan yang terdiri atas beberapa sub bab diantaranya, latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode dan teknik penulisan, dan sistematika penulisan
5.      Bab pembahasan, yang terdiri atas beberapa sub bab diantaranya, pengertian teks biografi, macam-macam teks biografi, tujuan penulisan teks biografi, manfaat penulisan teks biografi, sistematika penulisan teks biografi, dan orang-orang yang layak dijadikan objek penulisan teks biografi.
6.      Bab penutup, yang berisi kesimpulan dan saran
7.      Daftar pustaka


                                         BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teks Biografi   
     Biografi berasal dari bahasa Yunani, bios yang memiliki arti hidup dan graphien yang berarti tulis. Biografi merupakan sebuah tulisan yang membahas tentang kehidupan seseorang. Secara sederhana, biografi dapat di artikan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Sedangkan menurut KBBI, biografi berarti riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Biografi sendiri dapat berbentuk hanya beberapa baris kalimat saja, namun biografi tersebut dapat lebih dari 1 buku.
    Biografi singkat hanya menjelaskan tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang serta peran pentingnya. Biografi panjang meliputi informasi-informasi yang bersifat penting namun dikisahkan dengan lebih mendetail serta dituliskan dengan gaya cerita yang baik.
    Biografi merupakan sebuah buku yang menceritakan kejadian-kejadian hidup seseorang. Lewat biografi tersebut dapat ditemukan hubungan, keterangan arti dari sebuah tindakan tertentu atau sebuah misteri yang melingkupi hidup seseorang, dan juga merupakan sebuah penjelasan mengenai tindakan atau perilaku dalam hidupnya.
    Banyak biografi sekarang ini yang ditulis secara kronologis. Biografi membutuhkan bahan-bahan utama serta bahan pendukung. Bahan utama dapat berupa benda-benda, misalnya buku harian, surat-surat, kliping koran, dan sebagainya. Bahan pendukung biasanya berupa biografi lain, buku referensi, sejarah yang memaparkan peranan orang  dalam biografi tersebut dan tidak ketinggalan juga jasa internet sebagai sumber  referensi yang memadai dan bahan-bahan pendukung lainnya. Adapun ciri-ciri biografi antara lain:
1.      Biografi memiliki struktur yang terdiri atas : orientasi, peristiwa atau              masalah, serta reorientasi.
2.      Biografi memuat berdasarkan informasi fakta serta disajikan dalam bentuk narasi.
3.      Faktualnya (fakta) berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang   diceritakan dalam tokoh biografi tersebut.
                4 hal yang harus di cermati dalam teks biografi, yaitu :
1.      Judul biografi
2.      Hal yang menarik serta mengesankan yang ditampilkan dalam kehidupan tokoh yang diceritakan
3.      Hal yang mengagumkan serta mengharukan yang muncul dalam kehidupan tokoh yang diceritakan
4.      Hal yang dapat di contoh atau diteladani dari kehidupan tokoh.

       B. Macam-Macam Teks Biografi
                Macam-macam teks biografi berdasarkan
·         Sisi penulis
1.      Autobiografi, yaitu biografi yang ditulis sendiri oleh tokoh yang tercatat perjalanan hidupnya.
2.      Biografi, yaitu biografi yang ditulis orang lain
·         Izin penulisan
1.      Authorized biography, yaitu biografi yang penulisannya seizin atau sepengetahuan tokoh didalamnya.
2.      Unauthorized biography, yaitu biografi yang ditulis seseorang tanpa seizin atau sepengetahuan tokoh didalamnya (biasanya karena telah wafat).
·         isinya
1.      biografi perjalanan hidup, isinya berupa perjalana hidup lengkap atau sebagian paling berkesan.
2.      Biografi perjalanan karir, isinya berupa perjalanan karir dari awal sampai karir terbaru atau sebagian perjalanan karir dalam mencapai sukses tertentu.
·         Persoalan yang dibahas
1.      Biografi politik, yaitu penulisan tokoh-tokoh di negeri dari sudut politik.
2.      Intelektual biografi, yaitu biografi yang disusun melalui riset  dan segenap temuan dituangkan penulis dalam gaya penulisan ilmiah.
3.      Biografi jurnalistik atau biografi sastra, yaitu bogarfi yang penulisan diperoleh dari hasil wawancara terhadap tokoh yang akan ditulis maupun yang menjadi rujukan sebagai pendukung penulisan.
·         Penerbitannya
1.      Buku sendiri, yaitu penerbitan yang dilakukan berdasarkan inisiatif penerbit dengan seluruh biayanya.
2.      Buku subsidi, yaitu penerbitan yang biayanya dibayar oleh sponsor.
            
       C. Tujuan Penulisan Teks Biografi
    Tujuan penulisan biografi  secara umum adalah memberikan informasi kepada generasi berikutnya mengenai seseorang dengan segala cita-cita , perjuangan, serta keberhasilan dalam hidupnya. Hal itu dimaksudkan agar menjadi pelajaran atau memberi motivasi kepada pembaca dalam hidupnya.
    Secara khusus tujuan penulisan biografi bermacam-macam, antara lain agar terkenal, dikenang orang. Ada juga yang bermaksud mempengaruhi publik misalnya penulisan biografi tokoh politik saat ia berkuasa. Harapannya agar publik yang membaca mengakui dia, dan memilihnya kembali untuk berkuasa.

 D. Manfaat Membaca Teks Biografi
    Setelah mengetahui pengertian dan tujuan panulisan teks biografi, kita juga harus mengetahui manfaat membaca sebuah teks biografi agar kita tidak merasa percuma membaca buku biografi. Berikut manfaat membaca sebuah teks biografi:
1.      Menemukan informasi mengenai tokoh yang sedang dibaca,
2.      Meneladani semangat perjuangan dan cita-citanya,
3.      Memberikan dorongan semangat hidup, dan
4.      Mengenang pribadi, jasa dan kepahlawanan tokoh.
    Selain manfaat membaca teks biografi diatas, membaca teks biografi juga memiliki manfaat yang Pertama, kita bisa belajar dari masa lalu sang tokoh. Dari awal, biasanya diceritakan tentang masa kecil sang tokoh. Dari sinilah kisah bermula. Masa kecil yang tidak mudah namun tetap indah. Masa kecil yang serba kekurangan tapi tak menghilangkan harapan. Masa kecil yang penuh dengan kebahagiaan meski di luar kelihatan sangat sederhana. Para tokoh selalu memanfaatkan pengalaman masa kecilnya untuk terus maju, bangkit, berkembang dan menjadi lebih baik. Masa lalu dijadikan sebagai sarana untuk bersyukur bahwa dengan adanya masa lalu itu sang tokoh bisa menjadi seperti sekarang ini.
     Kedua, kita bisa belajar dari pengalaman hidup sang tokoh. Ini seperti kita ingin melakukan sesuatu tetapi tidak tahu harus memulai dari mana. Nah, dengan membaca buku biografi kita bisa belajar bagaimana memulai sesuatu. Untuk memulai sebuah kesuksesan., kita bisa belajar bagaimana beratnya memulai langkah pertama. Tidak mudah memang, tapi dengan tekad dan semangat kita pasti bisa.
     Ketiga, kita bisa belajar dari kegagalan sang tokoh. Sang tokoh bukanlah seorang superhero ataupun manusia yang tak pernah melakukan kesalahan. Justru kesalahan dan kegagalanlah yang kemudian membuat mereka semakin mantap untuk melangkah. Para  tokoh selalu belajar dari kesalahan. Ketika gagal dan terjatuh mereka tidak lantas menyerah dan berputus asa. Mereka memang berhenti sejenak. Tapi mereka berheti untuk membuat strategi baru guna meraih apa yang mereka inginkan.
     Keempat, kita bisa belajar mengelola kesuksesan. Ini yang juga sangat penting. Meskipun para tokoh itu adalah orang sukses  mereka tetap belajar. Mereka terus menerus menambah wawasan mereka. Mereka juga berusaha untuk selalu berpikir positif. Mereka tidak memikirkan diri mereka sendiri. Bagi mereka melihat orang lain sukses dan sukses bersama orang lain adalah salah sumber kebahagiaan dan kepuasan dalam hidupnya. Mereka tetap peduli pada orang lain dan lingkungan sekitar mereka meski mereka telah mendapatkan segalanya.

      E. Sistematika Penulisan Teks Biografi
    Dalam penulisan teks biografi terdapat sistematika yang menyusunnya menjadi sebuah teks yang baik. Teks biografi memiliki sistematika sebagai berikut:
1. Orientasi: Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh yang berisi gambaran awal tokoh yang diceritakan dalam biografi tersebut.
2. Peristiwa dan Masalah: Bagian peristiwa atau kejadian yang berisi sebuah peristiwa atau kejadian pernah dialami, termasuk didalamnya berisi tentang masalah yang pernah dihadapinya dalam tujuan serta cita-citanya. Hal-hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan pernah dialami tokoh diuraikan dalam bagian ini.
3. Reorientasi: Reorientasi adalah bagian penutup yang berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang bersifat opsional artinya dapat ada atau tidak.
    Berikut contoh teks biografi dari Ir. Soekarno beserta sistematika penulisannya        
                                                                               
                Soekarno Pahlawan Proklamasi


                                        

Orientasi:

     Soekarno, yang akrab dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar pada 6 Juni 1901. Dia anak seorang guru sekolah rakyat, Raden Soekami dan wanita Bali berdarah bangsawan, Ida Ayu Rai. Sebagai anak priyayi yang memang pandai, Soekarno bisa mengecap pendidikan tinggi dan lulus dari Sekolah Teknik Tinggi di Bandung (kini ITB) pada 1925. Sebagai mahasiswa teknik, Soekarno terbilang pandai. Akan tetapi, ide-ide nasionalisme rupanya telah membuat dirinya terpikat. Tiga bulan setelah lulus, pada 1926, lelaki yang dikenal sebagai orator ulung ini memuatkan ide-ide politiknya di media massa dalam artikel yang berjudul “Nasionalisme, Islam, dan Marxisme”. Tulisan ini sangat menekankan ide persatuan antarkelompok yang kemudian menandai pemikiran politiknya sepanjang kariernya.

Peristiwa & Masalah:
     Perjuangan politik merebut kemerdekaan berlanjut dengan dibentuknya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927. Soekarno menerapkan sikap nonkooperasi dengan Belanda yang membuatnya beberapa kali masuk tahanan. Pada 1929 dia ditahan oleh Belanda di penjara Sukamiskin, Bandung, karena aktivitas politiknya, tetapi dibebaskan dua tahun kemudian. Dia ditahan lagi pada 1933, diasingkan ke Ende, kemudian ke Bengkulu, sampai dia dibebaskan oleh Jepang pada 1942. Pada masa pendudukan Jepang, Soekarno mendapat kesempatan lebih besar untuk mempromosikan cita-cita nasional Indonesia yang bekerja sama dengan Jepang melawan Sekutu. Sikap mau bekerja sama dengan Jepang ini tidak pelak mengundang kritik keras dari pelbagai kalangan “garis keras” yang menginginkan sikap nonkooperasi dengan Jepang. 
     Pada 17 Agustus 1945, tak lama setelah Jepang takluk pada Sekutu, atas desakan para aktivis pemuda yang sempat menculik Soekarno ke Rengas Dengklok, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehari kemudian Soekarno-Hatta diangkat menjadi presiden dan wakil presiden pertama Indonesia. Mereka segera terlibat dalam
      perjuangan melawan pendudukan kembali oleh Belanda. Pada masa itu Soekarno-Hatta sempat dibuang kembali ke Parapat dan Bangka. Namun, ketika secara resmi Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949, kedudukan Soekarno sebagai presiden kembali dipulihkan.

     Ketika sistem pemerintahan parlemen terbukti tidak berjalan efektif, Soekarno pada akhir 1956 menyerukan pembubaran semua partai politik. Dia kemudian membentuk Demokrasi Terpimpin pada 1959, dan pada tahun berikutnya membubarkan parlemen terpilih. Soekarno mencoba menerapkan gagasannya akan tiga pilar kekuatan bangsa, yaitu Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Namun, kondisi krisis ekonomi dan politik dalam negeri terus bertambah runyam.

     Dalam bidang politik luar negeri, Soekarno bersikap curiga terhadap AS dan kekuatan Barat. Untuk mengimbagi kekuatan Barat, dia berperan sebagai pemimpin nengara-negara baru melawan kekuatan kolonial dan “neokolonial”. Dia berhasil “memaksa” Belanda untuk menyerahkan Irian Barat (kemudian pada 1963 disebut Irian Jaya, kini Papua). Soekarno mempermaklumkan “konfrontasi” dengan Federasi Malaysia yang baru dibentuk pada 1963. Pada 1965 Indonesia keluar dari PBB dan Soekarno semakin aktif sebagai tokoh negara-negara “new emerging forces”. Kharismanya yang hebat tidak hanya memengaruhi rakyat Indonesia, tetapi juga bangsa-bangsa yang baru merdeka di Asia-Afrika. Dia juga dikenal sebagai salah satu pemimpin negara Nonblok yang paling terkemuka. 
     Situasi politik Indonesia memuncak dengan perebutan kekuasaan yang gagal pada 30 September 1965. Kejadian ini kemudian berlanjut dengan pembunuhan besar-besaran, pembubaran Partai Komunis, dan buntutnya Soekarno tersingkir. 

     Pemimpin militer Mayjen Soeharto meminta Soekarno untuk menyerahkan kekuasaan efektifnya melalui Supersemar pada Maret 1966. Soeharto kemudian menjadi presiden menggantikan Soekarno pada 1968. Sampai kematian Soekarno di Jakarta pada 21 Juni 1970, dia masih berada dalam status tahanan rumah. Namun, pemerintah menganugerahinya Pahlawan Proklamasi.

Reorientasi:
     Sebagai Founding Father atau Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno telah mengantarkan bangsa Indonesia kepada kemerdekaan. Dengan perjuangan yang tanpa pamrih, Bung Karno telah membangun tatanan keadilan yang menyejahterakan rakyat Indonesia serta berhasil menyejajarkan Indonesia dengan negara lainnya. Semoga apa yang dilakukannya itu dapat menginspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.


F.  objek Penulisan Teks Biografi

    Objek penulisan teks biografi, biasanya kehidupan tokoh-tokoh yang memiliki suatu keistimewaan tertentu, baik orang yang terkenal seperti publik figur, para pahlawan, para pemimpin, para pemuka agama dan sebagainya atau orang yang tidak terkenal seperti orang-orang yang hidup dengan sederhana namun mampu memberikan inspirasi kepada semua orang atas kerja keras atau keberhasilannya.


















BAB 3
PENUTUP
A. kesimpulan
    Biografi merupakan sebuah buku yang menceritakan kejadian atau kisah hidup seseorang yang memiliki keistimewaan tertentu yang patut diteladani. Tujuan dari sebuah bografi itu sendiri adalah memberikan informasi kepada generasi berikutnya mengenai seseorang dengan segala cita-cita, perjuangan, serta keberhasilan dalam hidupnya. Semua itu dimaksudkan agar memberikan pelajaran atau motivasi kepada pembaca. Tujuan lain dari biografi adalah agar seseorang dapat terkenal dan dikenal orang banyak.
   Membaca sebuah biografi juga memiliki banyak manfaat diantaranya menemukan informasi, meneladani cita-cita dan semangat perjuangannya, memberikan dorongan semngat hidup, serta mengenang jasa dan kepahlawanannya. Adapun dalam penulisan sebuah biografi tentunya memiliki sistematika-sistematika tertentu agar menjadi sebuah bacaan yang baik. Sistematika-sistematika tersebut adalah orientasi, peristiwa atau masalah, den reorientasi.
    Sebuah biografi biasanya berisi tentang tokoh yang memiliki suatu keistimewaan yang patut diteladani oleh pembaca dalam kehidupannya.

B. Saran
    Sebagai generasi muda kita harus mencontoh orang-orang hebat yang berjiwa besar, mau bekerja keras, dan pantang menyerah. Dengan membaca biografi orang-orang besar, kita akan termotivasi untuk lebih giat belajar, berprestasi, dan menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.






DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan., dkk.2002.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka.