KARYA
ILMIAH
TEKS
BIOGRAFI
![]() |
Disusun Oleh:
Abi Mahesa Rudin
Alvina Damayanti
Anton Firdaus
Dila Malia
Lilis Damayanti
Riko Febri Yustiko
Guru Pembimbing : Wawan Marwanto,
S.pd
SMP NEGERI 3 AIR SUGIHAN
TAHUN PELAJARAN
2015/2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan
Yang Maha Esa, berkat limpahan Rahmat dan Karunia-NYA, kami dapat menyusun dan
menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Teks Biografi” dengan baik dan tepat
pada waktunya.
Sebuah biografi adalah sebuah buku yang
menceritakan sepak terjang seorang tokoh, terutama tokoh-tokoh yang mempunyai
keistimewaan tertentu yang patut diteladani. Berkaitan dengan hal tersebutlah,
kami mengangkat judul karya ilmiah teks biografi yang di dalamnya terdapat
beberapa pembahasan. Pembahasan dalam karya ilmiah ini meliputi, Pengertian
teks biografi, macam-macam teks biografi, tujuan penulisan teks biografi,
manfaat membaca teks biografi, sistematika penyusunan teks biografi, dan
orang-orang yang layak dijadikan objek penulisan teks biografi.
Dalam pembuatan karya ilmiah ini, tentunya
kami mendapat banyak kesulitan. Akan tetapi, karena adanya bantuan dari
beberapa pihak dan informasi dari beberapa media sosial, sehingga kami dapat
menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan karya ilmiah ini. Oleh
karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini, terutama:
1. Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas kehendaknya, kami bisa menyelesaikan karya ilmiah
ini dengan baik.
2. Kedua
orang tua, yang selalu memberikan semangat dan dorongannya kepada kami.
3. Bapak
Wawan Marwanto, S.pd, selaku guru pembimbing Bahasa Indonesia, yang telah
bersedia membimbing kami dalam pembuatan karya ilmiah ini.
4. Teman-teman
semua yang mau bekerja sama dengan baik.
Walaupun kami telah menyelesaikan karya
ilmiah ini dengan baik, seperti kata pepatah “Tiada gading yang tak retak”,
kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada karya ilmiah ini. Oleh karena
itu, kami mengharapkan saran dan kritik sebagai motivasi kami kedepan.
Air Sugihan, 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR..........................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................iii
BAB
1 PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang...........................................................1
B. Rumusan
Masalah......................................................1
C. Tujuan
Penulisan........................................................1
D. Manfaat
penulisan......................................................2
E. Metode
dan Teknik Penulisan....................................2
F. Sistematika
Penulisan.................................................2
BAB
2 PEMBAHASAN
A. Pengertian
Teks Biografi............................................3
B. Macam-Macam
Teks Biografi....................................4
C. Tujuan
Penulisan Teks Biografi..................................4
D. Manfaat
Membaca teks
biografi.................................5
E. Sistematika
Penulisan Teks Biografi...........................6
F. Objek
Penulisan Teks Biografi....................................8
BAB
3 PENUTUP
A. kesimpulan...................................................................9
B. Saran............................................................................9
DAFTAR PUSTAKA...........................................................10
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dunia ini, memiliki nama-nama tokoh
terkenal dengan segudang prestasi dan pencapaian yang patut diteladani. Di
Indonesia sendiri, banyak tokoh-tokoh yang patut diteladani, misalnya para
pahlawan, pejabat yang bijaksana, orang orang yang berprestasi, dan lain-lain.
Sebut saja pebulutangkis Alan Budi
Kusuma dan Susi Susanti yang berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menyabet medali emas dalam Olimpiade
Barcelona pada tahun 1992. Tentu saja kita harus mencontoh semangat dan kerja
kerasnya demi mengukir prestasi yang membanggakan segenap bangsa Indonesia.
Disamping kita harus meneladani sifat-sifat
para tokoh, kita juga harus mampu menuliskan sepak terjangnya dalam sebuah
biografi. Dalam penulisan sebuah biografi, tentunya memiliki
sistematika-sistematika tertentu agar teks biografi yang akan dibuat tersusun
dengan baik.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian teks biografi?
2. Apa
saja macam-macam teks biografi?
3. Apa
tujuan penulisan teks biografi?
4. Apa
manfaat membaca teks biografi?
5. Bagaiman
sistematika penulisan teks biografi?
6. Siapa saja yang layak dijadikan objek
penulisan teks biografi?
C. Tujuan
penulisan
1. Memberikan
informasi tentang pengertian teks biografi.
2. Memberikan
informasi tentang macam-macam biografi.
3. Memberikan
informasi tentang tujuan penulisan teks biografi.
4. Memberikan
informasi tentang manfaat membaca teks biografi.
5. Memberikan
informasi tentang sistematika penulisan teks biografi.
6. Memberikan
informasi tentang orang-orang yang layak dijadikan objek penulisan teks
biografi.
D.
Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan karya ilmiah yang
berjudul teks biografi, adalah untuk memberikan informasi secara aktual kepada
pembaca mengenai sebuah teks biografi, dan bisa dijadikan pedoman tentang
bagaiman penulisan teks biografi yang benar. Manfaat lainnya adalah untuk
menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya meneladani tokoh-tokoh yang membawa
perubahan lebih baik.
E.
Metode dan Teknik Penulisan
Untuk mendapatkan
informasi yang diperlukan,tidak cukup bagi kami hanya mengandalkan kemampuan
berfikir yang kami miliki. Oleh karena itu kami menggunakan teknik studi
pustaka. Pada metode ini kami mengumpulkan informasi melalui membaca beberapa
buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah tentang teks biografi.
Selain menggunakan metode studi pustaka, kami juga menggunakan teknik studi
online, yaitu mencari sumber informasi melalui media online seperti menggunakan
jaringan internet.
F.
Sistematika Penulisan
Dalam karya ilmiah ini, kami sebisa mungkin
menyusunnya dengan sebaik mungkin sehingga memudahkan pembaca memperoleh
informasi yang jelas. Dalam karya ilmiah ini terdapat sistematika-sistematika
yang terdiri atas:
1. Cover
(halaman sampul)
2. Kata
pengantar
3. Daftar
isi
4. Bab
pendahuluan yang terdiri atas beberapa sub bab diantaranya, latar belakang,
rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode dan teknik penulisan,
dan sistematika penulisan
5. Bab
pembahasan, yang terdiri atas beberapa sub bab diantaranya, pengertian teks
biografi, macam-macam teks biografi, tujuan penulisan teks biografi, manfaat
penulisan teks biografi, sistematika penulisan teks biografi, dan orang-orang
yang layak dijadikan objek penulisan teks biografi.
6. Bab
penutup, yang berisi kesimpulan dan saran
7. Daftar
pustaka
BAB
2
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Teks Biografi
Biografi berasal dari bahasa Yunani, bios yang
memiliki arti hidup dan graphien yang berarti tulis. Biografi merupakan sebuah
tulisan yang membahas tentang kehidupan seseorang. Secara sederhana, biografi
dapat di artikan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Sedangkan
menurut KBBI, biografi berarti riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang
lain. Biografi sendiri dapat berbentuk hanya beberapa baris kalimat saja, namun
biografi tersebut dapat lebih dari 1 buku.
Biografi singkat hanya menjelaskan tentang
fakta-fakta dari kehidupan seseorang serta peran pentingnya. Biografi panjang
meliputi informasi-informasi yang bersifat penting namun dikisahkan dengan
lebih mendetail serta dituliskan dengan gaya cerita yang baik.
Biografi merupakan sebuah buku yang
menceritakan kejadian-kejadian hidup seseorang. Lewat biografi tersebut dapat
ditemukan hubungan, keterangan arti dari sebuah tindakan tertentu atau sebuah
misteri yang melingkupi hidup seseorang, dan juga merupakan sebuah penjelasan
mengenai tindakan atau perilaku dalam hidupnya.
Banyak biografi sekarang ini yang ditulis
secara kronologis. Biografi membutuhkan bahan-bahan utama serta bahan
pendukung. Bahan utama dapat berupa benda-benda, misalnya buku harian,
surat-surat, kliping koran, dan sebagainya. Bahan pendukung biasanya berupa
biografi lain, buku referensi, sejarah yang memaparkan peranan orang dalam biografi tersebut dan tidak ketinggalan
juga jasa internet sebagai sumber referensi
yang memadai dan bahan-bahan pendukung lainnya. Adapun ciri-ciri biografi
antara lain:
1. Biografi
memiliki struktur yang terdiri atas : orientasi, peristiwa atau masalah, serta reorientasi.
2. Biografi
memuat berdasarkan informasi fakta serta disajikan dalam bentuk narasi.
3. Faktualnya
(fakta) berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang diceritakan dalam tokoh biografi tersebut.
4 hal yang harus di cermati dalam teks biografi, yaitu :
1. Judul
biografi
2. Hal
yang menarik serta mengesankan yang ditampilkan dalam kehidupan tokoh yang diceritakan
3. Hal
yang mengagumkan serta mengharukan yang muncul dalam kehidupan tokoh yang
diceritakan
4. Hal
yang dapat di contoh atau diteladani dari kehidupan tokoh.
B. Macam-Macam Teks Biografi
Macam-macam teks biografi berdasarkan
·
Sisi penulis
1. Autobiografi,
yaitu biografi yang ditulis sendiri oleh tokoh yang tercatat perjalanan
hidupnya.
2. Biografi,
yaitu biografi yang ditulis orang lain
·
Izin penulisan
1. Authorized
biography, yaitu biografi yang penulisannya seizin atau sepengetahuan tokoh
didalamnya.
2. Unauthorized
biography, yaitu biografi yang ditulis seseorang tanpa seizin atau
sepengetahuan tokoh didalamnya (biasanya karena telah wafat).
·
isinya
1. biografi
perjalanan hidup, isinya berupa perjalana hidup lengkap atau sebagian paling
berkesan.
2. Biografi
perjalanan karir, isinya berupa perjalanan karir dari awal sampai karir terbaru
atau sebagian perjalanan karir dalam mencapai sukses tertentu.
·
Persoalan yang dibahas
1. Biografi
politik, yaitu penulisan tokoh-tokoh di negeri dari sudut politik.
2. Intelektual
biografi, yaitu biografi yang disusun melalui riset dan segenap temuan dituangkan penulis dalam
gaya penulisan ilmiah.
3. Biografi
jurnalistik atau biografi sastra, yaitu bogarfi yang penulisan diperoleh dari
hasil wawancara terhadap tokoh yang akan ditulis maupun yang menjadi rujukan
sebagai pendukung penulisan.
·
Penerbitannya
1. Buku
sendiri, yaitu penerbitan yang dilakukan berdasarkan inisiatif penerbit dengan
seluruh biayanya.
2. Buku
subsidi, yaitu penerbitan yang biayanya dibayar oleh sponsor.
C.
Tujuan Penulisan Teks Biografi
Tujuan penulisan biografi secara umum adalah memberikan informasi
kepada generasi berikutnya mengenai seseorang dengan segala cita-cita ,
perjuangan, serta keberhasilan dalam hidupnya. Hal itu dimaksudkan agar menjadi
pelajaran atau memberi motivasi kepada pembaca dalam hidupnya.
Secara khusus tujuan penulisan biografi
bermacam-macam, antara lain agar terkenal, dikenang orang. Ada juga yang
bermaksud mempengaruhi publik misalnya penulisan biografi tokoh politik saat ia
berkuasa. Harapannya agar publik yang membaca mengakui dia, dan memilihnya
kembali untuk berkuasa.
D. Manfaat
Membaca Teks Biografi
Setelah mengetahui
pengertian dan tujuan panulisan teks biografi, kita juga harus mengetahui
manfaat membaca sebuah teks biografi agar kita tidak merasa percuma membaca
buku biografi. Berikut manfaat membaca sebuah teks biografi:
1. Menemukan
informasi mengenai tokoh yang sedang dibaca,
2. Meneladani
semangat perjuangan dan cita-citanya,
3. Memberikan
dorongan semangat hidup, dan
4. Mengenang
pribadi, jasa dan kepahlawanan tokoh.
Selain manfaat membaca teks biografi
diatas, membaca teks biografi juga memiliki manfaat yang Pertama,
kita bisa belajar dari masa lalu sang tokoh. Dari awal, biasanya diceritakan
tentang masa kecil sang tokoh. Dari sinilah kisah bermula. Masa kecil yang tidak
mudah namun tetap indah. Masa kecil yang serba kekurangan tapi tak
menghilangkan harapan. Masa kecil yang penuh dengan kebahagiaan meski di luar
kelihatan sangat sederhana. Para tokoh selalu memanfaatkan pengalaman masa
kecilnya untuk terus maju, bangkit, berkembang dan menjadi lebih baik. Masa
lalu dijadikan sebagai sarana untuk bersyukur bahwa dengan adanya masa lalu itu
sang tokoh bisa menjadi seperti sekarang ini.
Kedua, kita bisa belajar dari pengalaman
hidup sang tokoh. Ini seperti kita ingin melakukan sesuatu tetapi tidak tahu
harus memulai dari mana. Nah, dengan membaca buku biografi kita bisa belajar
bagaimana memulai sesuatu. Untuk memulai sebuah kesuksesan., kita bisa belajar
bagaimana beratnya memulai langkah pertama. Tidak mudah memang, tapi dengan
tekad dan semangat kita pasti bisa.
Ketiga, kita bisa belajar dari kegagalan
sang tokoh. Sang tokoh bukanlah seorang superhero ataupun manusia yang tak
pernah melakukan kesalahan. Justru kesalahan dan kegagalanlah yang kemudian
membuat mereka semakin mantap untuk melangkah. Para tokoh selalu belajar dari kesalahan. Ketika
gagal dan terjatuh mereka tidak lantas menyerah dan berputus asa. Mereka memang
berhenti sejenak. Tapi mereka berheti untuk membuat strategi baru guna meraih
apa yang mereka inginkan.
Keempat, kita bisa belajar mengelola
kesuksesan. Ini yang juga sangat penting. Meskipun para tokoh itu adalah orang
sukses mereka tetap belajar. Mereka terus menerus menambah wawasan
mereka. Mereka juga berusaha untuk selalu berpikir positif. Mereka tidak
memikirkan diri mereka sendiri. Bagi mereka melihat orang lain sukses dan
sukses bersama orang lain adalah salah sumber kebahagiaan dan kepuasan dalam
hidupnya. Mereka tetap peduli pada orang lain dan lingkungan sekitar mereka
meski mereka telah mendapatkan segalanya.
E. Sistematika Penulisan Teks Biografi
Dalam penulisan teks biografi
terdapat sistematika yang menyusunnya menjadi sebuah teks yang baik. Teks
biografi memiliki sistematika sebagai berikut:
1.
Orientasi: Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan pengenalan tokoh yang
berisi gambaran awal tokoh yang diceritakan dalam biografi tersebut.
2. Peristiwa
dan Masalah: Bagian peristiwa atau kejadian yang berisi sebuah peristiwa atau
kejadian pernah dialami, termasuk didalamnya berisi tentang masalah yang pernah
dihadapinya dalam tujuan serta cita-citanya. Hal-hal yang menarik, mengagumkan,
mengesankan, dan mengharukan pernah dialami tokoh diuraikan dalam bagian ini.
3.
Reorientasi: Reorientasi adalah bagian penutup yang berisi pandangan penulis
terhadap tokoh yang bersifat opsional artinya dapat ada atau tidak.
Berikut contoh teks biografi dari Ir. Soekarno
beserta sistematika penulisannya
Soekarno
Pahlawan Proklamasi
Orientasi:
Soekarno, yang akrab dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar pada 6 Juni
1901. Dia anak seorang guru sekolah rakyat, Raden Soekami dan wanita Bali
berdarah bangsawan, Ida Ayu Rai. Sebagai anak priyayi yang memang pandai,
Soekarno bisa mengecap pendidikan tinggi dan lulus dari Sekolah Teknik Tinggi
di Bandung (kini ITB) pada 1925. Sebagai mahasiswa teknik, Soekarno terbilang
pandai. Akan tetapi, ide-ide nasionalisme rupanya telah membuat dirinya
terpikat. Tiga bulan setelah lulus, pada 1926, lelaki yang dikenal sebagai
orator ulung ini memuatkan ide-ide politiknya di media massa dalam artikel yang
berjudul “Nasionalisme, Islam, dan Marxisme”. Tulisan ini sangat menekankan ide
persatuan antarkelompok yang kemudian menandai pemikiran politiknya sepanjang kariernya.
Peristiwa & Masalah:
Perjuangan politik merebut kemerdekaan berlanjut
dengan dibentuknya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927. Soekarno
menerapkan sikap nonkooperasi dengan Belanda yang membuatnya beberapa kali
masuk tahanan. Pada 1929 dia ditahan oleh Belanda di penjara Sukamiskin,
Bandung, karena aktivitas politiknya, tetapi dibebaskan dua tahun kemudian. Dia
ditahan lagi pada 1933, diasingkan ke Ende, kemudian ke Bengkulu, sampai dia
dibebaskan oleh Jepang pada 1942. Pada masa pendudukan Jepang, Soekarno
mendapat kesempatan lebih besar untuk mempromosikan cita-cita nasional
Indonesia yang bekerja sama dengan Jepang melawan Sekutu. Sikap mau bekerja
sama dengan Jepang ini tidak pelak mengundang kritik keras dari pelbagai
kalangan “garis keras” yang menginginkan sikap nonkooperasi dengan
Jepang.
Pada 17
Agustus 1945, tak lama setelah Jepang takluk pada Sekutu, atas desakan para
aktivis pemuda yang sempat menculik Soekarno ke Rengas Dengklok, Soekarno dan
Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehari kemudian Soekarno-Hatta
diangkat menjadi presiden dan wakil presiden pertama Indonesia. Mereka segera
terlibat dalam
perjuangan melawan pendudukan
kembali oleh Belanda. Pada masa itu Soekarno-Hatta sempat dibuang kembali ke Parapat
dan Bangka. Namun, ketika secara resmi Belanda mengakui kedaulatan Indonesia
pada 1949, kedudukan Soekarno sebagai presiden kembali dipulihkan.
Ketika sistem pemerintahan parlemen terbukti tidak berjalan efektif,
Soekarno pada akhir 1956 menyerukan pembubaran semua partai politik. Dia
kemudian membentuk Demokrasi Terpimpin pada 1959, dan pada tahun berikutnya
membubarkan parlemen terpilih. Soekarno mencoba menerapkan gagasannya akan tiga
pilar kekuatan bangsa, yaitu Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Namun,
kondisi krisis ekonomi dan politik dalam negeri terus bertambah runyam.
Dalam bidang politik luar negeri, Soekarno bersikap curiga terhadap AS
dan kekuatan Barat. Untuk mengimbagi kekuatan Barat, dia berperan sebagai
pemimpin nengara-negara baru melawan kekuatan kolonial dan “neokolonial”. Dia
berhasil “memaksa” Belanda untuk menyerahkan Irian Barat (kemudian pada 1963
disebut Irian Jaya, kini Papua). Soekarno mempermaklumkan “konfrontasi” dengan
Federasi Malaysia yang baru dibentuk pada 1963. Pada 1965 Indonesia keluar dari
PBB dan Soekarno semakin aktif sebagai tokoh negara-negara “new emerging
forces”. Kharismanya yang hebat tidak hanya memengaruhi rakyat Indonesia,
tetapi juga bangsa-bangsa yang baru merdeka di Asia-Afrika. Dia juga dikenal
sebagai salah satu pemimpin negara Nonblok yang paling terkemuka.
Situasi politik Indonesia memuncak dengan perebutan kekuasaan yang gagal
pada 30 September 1965. Kejadian ini kemudian berlanjut dengan pembunuhan
besar-besaran, pembubaran Partai Komunis, dan buntutnya Soekarno
tersingkir.
Pemimpin militer Mayjen Soeharto meminta Soekarno untuk menyerahkan
kekuasaan efektifnya melalui Supersemar pada Maret 1966. Soeharto kemudian
menjadi presiden menggantikan Soekarno pada 1968. Sampai kematian Soekarno di
Jakarta pada 21 Juni 1970, dia masih berada dalam status tahanan rumah. Namun,
pemerintah menganugerahinya Pahlawan Proklamasi.
Reorientasi:
Sebagai Founding Father atau
Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno telah mengantarkan bangsa Indonesia kepada
kemerdekaan. Dengan perjuangan yang tanpa pamrih, Bung Karno telah membangun
tatanan keadilan yang menyejahterakan rakyat Indonesia serta berhasil
menyejajarkan Indonesia dengan negara lainnya. Semoga apa yang dilakukannya itu
dapat menginspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.
F. objek Penulisan Teks Biografi
Objek penulisan teks biografi, biasanya
kehidupan tokoh-tokoh yang memiliki suatu keistimewaan tertentu, baik orang
yang terkenal seperti publik figur, para pahlawan, para pemimpin, para pemuka
agama dan sebagainya atau orang yang tidak terkenal seperti orang-orang yang
hidup dengan sederhana namun mampu memberikan inspirasi kepada semua orang atas
kerja keras atau keberhasilannya.
BAB
3
PENUTUP
A.
kesimpulan
Biografi merupakan sebuah buku yang
menceritakan kejadian atau kisah hidup seseorang yang memiliki keistimewaan
tertentu yang patut diteladani. Tujuan dari sebuah bografi itu sendiri adalah
memberikan informasi kepada generasi berikutnya mengenai seseorang dengan
segala cita-cita, perjuangan, serta keberhasilan dalam hidupnya. Semua itu
dimaksudkan agar memberikan pelajaran atau motivasi kepada pembaca. Tujuan lain
dari biografi adalah agar seseorang dapat terkenal dan dikenal orang banyak.
Membaca sebuah biografi juga memiliki banyak
manfaat diantaranya menemukan informasi, meneladani cita-cita dan semangat
perjuangannya, memberikan dorongan semngat hidup, serta mengenang jasa dan
kepahlawanannya. Adapun dalam penulisan sebuah biografi tentunya memiliki
sistematika-sistematika tertentu agar menjadi sebuah bacaan yang baik.
Sistematika-sistematika tersebut adalah orientasi, peristiwa atau masalah, den
reorientasi.
Sebuah biografi biasanya berisi tentang
tokoh yang memiliki suatu keistimewaan yang patut diteladani oleh pembaca dalam
kehidupannya.
B.
Saran
Sebagai generasi muda
kita harus mencontoh orang-orang hebat yang berjiwa besar, mau bekerja keras,
dan pantang menyerah. Dengan membaca biografi orang-orang besar, kita akan
termotivasi untuk lebih giat belajar, berprestasi, dan menjadi orang yang
berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan., dkk.2002.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai
Pustaka.
